Sekarang Naik Haji Tanpa Antri…!

Musim Haji tahun lalu, kabar baik datang untuk para jamaah haji Indonesia. Kuota haji yang beberapa tahun sebelumnya mengalami pengurangan, pada musim haji tahun 2017 kemarin, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi memulihkan kuota kedalam jumlah semula. Bahkan, jamaah haji Indonesia mendapatkan bonus kuota tambahan sebesar 10.000 jamaah.

Akan tetapi, berita bahagia tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap masa antrian jamaah haji yang telah lama berada dalam waiting list. Mereka masih tetap menunggu dalam antrian yang sangat lama. Bahkan di sebagian provinsi, para calon jamaah haji harus rela mengantri selama 29 tahun lamanya. Sungguh bukanlah waktu yang singkat.

Maka dari itu, bukanlah sesuatu yang mengherankan jika ada calon haji yang nekat untuk berangkat haji secara mandiri. Entah bergabung dengan biro travel haji non kuota atau bahkan lebih ekstrim lagi yakni naik haji menggunakan kuota negara lain.

Program Haji Non Kuota bukanlah sesuatu yang dilarang. Meskipun dalam pelaksanaannya seringkali bermasalah, namun Pemerintah RI secara terang-terangan dalam sebuah media menyadarinya bahwa program Haji Non Kuota itu memang ada dan mereka tak pantas disebut sebagai haji ilegal.

“Apakah ada haji ilegal? Ini harus hati-hati, yang menentukan haji legal dan ilegal kan Tuhan, bukan sesama manusia,”

“Apa yang dimaksud haji non-kuota? Haji non-kuota adalah warga negara Indonesia yang berhaji di luar 221 ribu itu. Dia mendapatkan visa di luar kuota nasional kita,” jelas Lukman.

(news.liputan6.com)

Darimanakah visa non kuota yang didapatkan oleh para jamaah haji non kuota? Para biro travel yang menawarkan haji non kuota lebih memahami hal ini. Namun, kita mesti hati-hati karena tidak semua program Haji Non Kuota menjanjikan keamanan dan kenyamanan menunaikan Ibadah Haji.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sangat banyak calon haji non kuota bermasalah. Hal ini dikarenakan kebanyakan biro travel lebih fokus pada keuntungan pribadi tanpa peduli nasib para calon jamaah haji. Tujuan mereka hanyalah bagaimana para calon jamaah haji bisa berangkat ke tanah suci, asalkan bisa sampai kesana bagi mereka tugasnya sudah selsai.

Ya, memang untuk masuk ke sebuah negara syarat utamanya adalah visa. Tak peduli visa apa yang penting punya visa. Maka jadilah mereka memanfaatkan visa Ziarah, Visa Ummal ataupun Visa Umroh untuk melaksanakan Ibadah Haji. Oleh karena itu, tak heran jikalau kita sering mendengar informasi di berbagai media mengenai pembatalan keberangkatan mereka karena visa mereka bermasalah.

Visa resmi untuk menunaikan Ibadah Haji telah ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berupa Visa Haji. Semua jamaah haji yang menunaikan Ibadah haji menggunakan kuota negaranya masing-masing pasti memegang Visa Haji. Namun, untuk para calon haji yang ingin berangkat secara mandiri tanpa ikut kuota negaranya (haji non kuota) juga telah ditetapkan secara pasti. Visa tersebut adalah Visa haji khusus Furoda.

“Yang berwenang mengeluarkan visa jemaah haji adalah pemerintah Arab Saudi. Arab Saudi juga memiliki kuota jamaah haji khusus untuk tamu raja atau tamu pangeran.”

“Hanya Saudi yang tahu. Tidak ada yang tahu berapa visa non-kuota. Kita juga tidak tahu pertimbangannya (pemerintah Arab Saudi) apa, yang jelas WNI di Tanah Suci menjadi tanggung jawab pemerintah,”

(Mentri Agama Lukman Hakin Syaifudin dikutip oleh media news.liputan6.com)

Visa Furoda merupakan Visa yang diciptakan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk para calon haji yang memakai kuota khusus tamu kerajaan atau tamu pangeran. Visa ini juga dikenal sebagai visa undangan kerajaan. Visa Furoda bisa dimiliki oleh setiap muslim di seluruh dunia. Dengan Visa Furoda, calon haji bisa berangkat haji secara langsung tanpa perlu antri dengan jaminan aman dan resmi dengan fasilitas yang istimewa. Untuk mendapatkan Visa Furoda, calon haji bisa menghubungi biro travel bersertifikat yang khusus menangani Haji Furoda.