Caratip.com

Kumpulan Artikel Menarik

Amoxicillin: Obat Anti Radang Tenggorokan paling Ampuh

Amoxicillin: Obat Anti Radang Tenggorokan paling Ampuh - Update artikel kali ini Blog Caratip.com akan berbagi Tips Kesehatan yaitu tentang Amoxicillin yang bisa menjadi Obat anti radang tenggorokan paling ampuh. Beberapa hari kemarin tenggorokan saya sakit di ikuti sakit kepala yang benar-benar memusingkan. Sakit tenggorokan yang ditandai dengan adanya benjolan di tenggorokan sehingga untuk menelan makanan rasanya sakit. Wah saya kena radang tenggorokan nih, karena dulu saya juga pernah mengalami sakit radang tenggorokan.


Karena di rumah masih ada Amoxicilin maka saya coba search di Google tentang manfaat dari Amoxicillin ini dan ternyata memang bisa mengobati sakit radang tenggorokan, kemudian saya coba minum obat Amoxicillin untuk menghilangkan radang tenggorokan dan Paracetamol untuk menghilangkan sakit kepala. Alhamdulilah sudah mulai berangsur-angsur sembuh. Jadi bagi Anda yang sedan terkena radang tenggorokan, maka bisa minum obat Amoxicillin dan Paracetamol dengan dosis 1 tablet 3 kali sehari, pagi, siang, malam. Tetapi jika sakit Anda berlanjut lebih baik Anda periksakan ke dokter agar bisa ditangani lebih lanjut.

Obat Amoxicillin ini bisa Anda beli di apotik terdekat di kota Anda, harga sekitar Rp3000an per lempeng dan berisi 10 tablet/kapsul. Amoxicillin merupakan nama obat generiknya, dan untuk merek dagangnya yang bahannya sama dengan Amoxicillin contohnya seperti Bintamol, Corsamox, Dexymox, Farmoxyl, Bellacid, Kalmoxillin, Lapimex, Ethimox, Opimox, Ospamox, Robamox, Wiamox, Amoxsan, Hufanoxyl, Yusimox, dsb. Kegunaan atau manfaat Amoxicillin adalah sebagai obat antibiotik dan anti radang pada telinga, hidung, dan tenggorokan, gigi, saluran genitourinaria, kulit dan struktur kulit, dan saluran pernapasan bawah oleh Streptococcus spp, S. pneumoniae, Staphylococcus spp, H. influenzae., E. coli, P. mirabilis, atau E. faecalis. Amoksisilin juga bermanfaat untuk pengobatan gonore akut tanpa komplikasi oleh N. gonorrhoeae.

(Amoxicillin)

Amoxicillin termasuk obat dalam kelompok penisilin. Selain amoksisilin, yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah ampicillin, oxacillin, carbenicillin dan piperacillin. Semua penisilin bekerja dengan mekanisme yang serupa. Zat aktif dalam amoksisilin, beta-laktam, mencegah sintesis dinding sel bakteri dengan menghambat enzim DD-transpeptidase bakteri. Akibatnya, bakteri tidak dapat berkembang biak.

Dosis pemberian Amoxicillin

Anda dapat mengambil tablet/kapsul/sirup amoksisilin sebelum, selama atau sesudah makan. Dosis amoksisilin umumnya adalah sebagai berikut:
  • Dewasa, remaja, dan anak-anak (berat> = 40 kg): 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap 8 jam.
  • Anak-anak dan bayi> 3 bulan (berat <40 kg): 20 mg / kg / hari, diberikan dalam dosis sama setiap 8 jam atau 25 mg / kg / hari diberikan dalam dosis  sama setiap 12 jam.
  • Neonatus dan bayi <= 3 bulan: dosis maksimum yang disarankan adalah 30 mg / kg / hari, diberikan dalam dosis sama setiap 12 jam.
Dosis dapat bervariasi sesuai tingkat keparahan infeksi, ada/tidaknya resistensi antibiotik, lokasi infeksi, tujuan sebagai pencegahan (profilaksis) atau pengobatan, dll. Dokter akan menimbang secara rasional berapa dosis yang tepat untuk Anda secara kasus per kasus.
Kontraindikasi dari Amoxicillin
Amoksisilin tidak boleh digunakan pada pasien yang hipersensitif/alergi terhadap penisilin. Pasien yang memiliki asma, eksim, gatal-gatal, atau demam mungkin berisiko lebih besar untuk reaksi hipersensitivitas terhadap amoksisilin dan penisilin pada umumnya.
Amoksisilin harus digunakan dengan hati-hati bila Anda memiliki:
  • Gangguan ginjal, karena obat tersebut dibuang melalui mekanisme ginjal.
  • Penyakit saluran cerna, terutama kolitis, karena efeknya terhadap keseimbangan flora usus.
  • Leukemia limfatik, karena dapat mengembangkan ruam obat.
  • Infeksi virus aktif seperti CMV dan infeksi pernafasan viral.
Tidak ada data yang cukup untuk menilai bahaya potensial dari obat ini selama kehamilan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat ini selama kehamilan tanpa pertimbangan khusus dari dokter.

Amoksisilin diekskresikan dalam ASI dalam jumlah kecil. Hal ini dapat menyebabkan bayi mengalami diare (karena gangguan flora usus), kandidiasis, dan ruam kulit. Seperti semua obat lainnya, potensi risiko ini harus ditimbang dengan manfaatnya pada ibu.

Efek Samping Obat Amoxicillin

Setiap obat kimia atau obat generik pasti mempunyai efek samping.
Amoksisilin memiliki beberapa efek samping. Kebanyakan efek samping cukup ringan, namun meningkat menurut dosis dan lama penggunaan. Kebanyakan reaksi yang merugikan disebabkan oleh fakta bahwa amoksisilin tidak hanya membunuh bakteri patogen tetapi juga bakteri baik yang merupakan flora alami usus. Efek samping potensialnya meliputi mual dan muntah, sakit perut, diare, gangguan pencernaan (dispepsia), dubur gatal dan reaksi alergi

Karena berpotensi menyebabkan efek samping, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berbahaya setelah mengambil amoksisilin, kecuali Anda merasa baik.

Interaksi Amoxicillin dengan obat lain
Amoksisilin dapat berinteraksi dengan obat lain, seperti aspirin, indometasin, sulfinpyrazone, allopurinol, probenesid, antibiotik aminoglikosida, fenilbutazon, oxyphenbutazone dan pil KB (ada kemungkinan mengurangi efektivitas pil ini).
Tips Minum Obat Amoxicillin
Buat Anda yang ingin minum obat Amoxicillin, sebaiknya perhatikan tips-tipsnya berikut ini:
  • Sebelum memulai pengobatan, baca dengan baik informasi dan petunjuk dalam label obat.
  • Ambil obat persis sesuai arahan dokter Anda. Selesaikan pengambilan obat sampai habis, bahkan jika Anda sudah merasa infeksi telah hilang. Penghentian antibiotik di tengah jalan dapat menyebabkan infeksi datang kembali dan bakteri menjadi resisten.
  • Jika Anda lupa untuk meminum obat, segera minum setelah Anda ingat. Jangan mengambil dua dosis sekaligus.
  • Jika Anda tidak merasakan perbaikan apapun setelah menyelesaikan pengobatan, konsultasi lagi dengan dokter.
  • Jika Anda mengembangkan kemerahan dan gatal di mulut atau vagina setelah mengambil amoksisilin, segera bicara dengan dokter atau apoteker untuk  mendapatkan saran.
  • Jika Anda menggunakan kontrasepsi hormonal, kontrasepsi tambahan seperti kondom tidak diperlukan kecuali jika Anda sakit atau mengalami diare. Jika Anda membutuhkan saran lebih lanjut, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
Demikianlah tips kesehatan kali ini yaitu tentang manfaat atau kegunaan Amoxicillin sebagai obat antibiotik dan obat anti radang yang cukup ampuh. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Tags:
obat anti radang tenggorokan, fungsi amoxicillin, obat radang tenggorokan, cara mengatasi radang tenggorokan, cara mengobati radang tenggorokan, cara menyembuhkan radang tenggorokan
Amoxicillin: Obat Anti Radang Tenggorokan paling Ampuh Rating: 5.0 Diposkan Oleh: Info Seru Unik Aneh Misteri